INSTITUT KESEHATAN HERMINA DAN BTL SUKSES GELAR WEBINAR INTERNASIONAL DAN WORKSHOP TEKNOLOGI TARGETED RADIOFREQUENCY (TRF)
| Jakarta, 23 Mei 2026 – Institut Kesehatan Hermina bekerja sama dengan BTL sukses menyelenggarakan Webinar Internasional dan Mini Workshop bertema “Targeted Radiofrequency (TRF): Technology Innovation and Clinical Application in Modern Physiotherapy” pada 22–23 Mei 2026 di Hermina Tower Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh fisioterapis, tenaga kesehatan, akademisi, dan mahasiswa fisioterapi yang antusias mempelajari perkembangan teknologi terkini dalam rehabilitasi dan manajemen nyeri muskuloskeletal. | |
| Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Ing. Jolana Ho?ejší, PT dari Republik Ceko, serta pakar fisioterapi Indonesia Ftr. Abdurrasyid, M.Fis., FMSC., COMT dan Ftr. Sugijanto, Dipl.PT., M.Fis., Sp.FOM. Para narasumber membahas inovasi teknologi TRF, penerapan clinical reasoning, serta pentingnya evidence-based practice dalam mendukung intervensi fisioterapi yang lebih presisi, efektif, dan berorientasi pada peningkatan fungsi pasien. | |
Selain sesi ilmiah, peserta juga mengikuti hands-on mini workshop yang memberikan pengalaman langsung dalam penggunaan teknologi TRF pada berbagai kasus muskuloskeletal dan cedera olahraga. Kegiatan ini memungkinkan peserta mengintegrasikan teori, keterampilan klinis, dan pemanfaatan teknologi modern secara aman dan terukur dalam praktik fisioterapi.
| Selain sesi ilmiah, peserta juga mengikuti hands-on mini workshop yang memberikan pengalaman langsung dalam penggunaan teknologi TRF pada berbagai kasus muskuloskeletal dan cedera olahraga. Kegiatan ini memungkinkan peserta mengintegrasikan teori, keterampilan klinis, dan pemanfaatan teknologi modern secara aman dan terukur dalam praktik fisioterapi. | |
| Melalui kegiatan ini, Institut Kesehatan Hermina dan BTL menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kompetensi fisioterapis Indonesia melalui program pendidikan berkelanjutan yang inovatif dan berstandar internasional. Kolaborasi antara institusi pendidikan, praktisi klinis, dan industri kesehatan diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan rehabilitasi yang berorientasi pada kebutuhan pasien dan kemajuan ilmu pengetahuan | |

_page1_image1.jpg)